Bulan: April 2020

Taman Geologi Itoigawa Memanfaatkan Maskot Dalam Rangka Melawan Corona

geomaru & nuna maskot melawan corona

Dalam rangka mencegah penyebaran COVID-19 (novel coronavirus), Taman Geologi Itoigawa bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat untuk menaikkan perhatian akan pentingnya apa-apa saja tindakan penanggulangan yang dapat digunalan oleh penduduk lokal setempat untuk melindungi diri dan orang-orang di sekitarnya.

Taman Geologi Itoigawa Memanfaatkan Maskot Dalam Rangka Melawan Corona 1

Logo Taman Geologi Itoigawa menggambarkan Lempeng Tektonik Itoigawa-Shizuoka, sebuah rekahan yang berada di sepanjang tengah-tengah Jepang. Di logo tersebut dapat kita lihat dipisahkan oleh rekahan ini dengan kaki ditambahkan ke kedua sisi yang melambangkan “physical distancing” menghimbau warga dan pengunjung untuk menjaga jarak aman dengan yang lainnya dalam rangka mencegah penyebaran COVID-19.

GeoPal Information Center bersama maskot melawan coronanya

Maskot Taman Geologi Itoigawa, Geomaru dan Nuna juga berpartisipasi untuk mencegah penyebaran COVID-19. Keduanya memakai masker untuk mengingatkan orang-orang akan pentingnya masker dan etika batuk yang benar dapat ikut mencegah penyebaran virus. Geomaru memperlihatkan kepada kita bahwa meskipun mereka adalah maskot yang tidak memiliki kuping tetap dapat mengenakan masker, apalagi orang??? 🤷‍♂️

Desain logo dan maskot yang baru ini dipajang di hampir semua fasilitas Taman Geologi Itoigawa dan banyak yang berharap dapat melihat mereka juga di semua fasilitas publik dan kampanye di sekitarnya juga.

Pada saat artikel ini ditulis, belum ditemukan kasus COVID-19 di sekitar Taman Geologi Itoigawa dan kota-kota tetangganya namun kerjasama tingkat global, nasional maupun lokal tetap sangatlah penting untuk mengatasi pandemi ini dan mengurangi resiko populasi yang rawan terkena infeksi.

BACA JUGA: Resmi! Quaran Sebagai Maskot Karantina Jepang

Maskot Persebaya Sosialisasi Pencegahan COVID-19

maskot persebaya jojo dan zoro featured image

Jojo adalah seekor buaya berwarna hijau khas dengan topi hitamnya. Sementara, Zoro adalah ikan hiu berwarna keabuan yang ceria. Mereka adalah maskot Persebaya yang tingkah kocak keduanya selalu sukses memeriahkan berbagai acara dan kegiatan Persebaya Surabaya, baik di dalam maupun luar lapangan. Namun, saat ini keduanya ikut work from home mengikuti himbauan dari pemerintah.

Saat ini keduanya aktif memberikan sosialisasi kepada masyarakat Surabaya khususnya untuk melawan corona. “Bantu share kegiatan teman-teman suporter, langkah-langkah pencegahan virus corona ini. Kami juga ikut tim penyemprotan desinfektan dan pembagian APD dan masker,” kata tim maskot Jojo dan Zoro kepada Kompas.com.

Maskot Persebaya Masuk Reparasi

maskot persebaya

Sebenarnya tim maskot persebaya sudah kangen sekali aktif kembali memberikan dukungan kepada tim kesayangannya seperti biasanya namun pandemi COVID-19 ini memaksa mereka tetap di kandang yang dimanfaatkan untuk masuk ke salon.

“Kebetulan maskot direparasi. Kemarin ada jeda sebelum penghentian kompetisi, jadi dimanfaatkan untuk perawatan. Mungkin ada yang sobek atau ada yang kurang. Kebetulan memang waktunya perawatan setahun sekali,” Kata tim maskot Jojo & Zoro.

Nasib Maskot Arema di Masa Pandemi COVID-19

maskot arema

Sama halnya dengan maskot Arema yang juga memilih untuk masuk kandang. Kukuh Sanyoto, sosok yang ada dibalik maskot Arema itu menuturkan masa pandemi COVID-19 ini dimanfaatkan maskot Arema untuk merawat diri.

“Setelah dicuci secara manual, proses selanjutnya ialah penjemuran selama minimal dua hari untuk memastikan seluruh komponen kering sempurna. Setelah semua bagian dipastikan kering, barulah kostum itu diberi wangi-wangian untuk disimpan di lemari sebelum digunakan kembali.” Kata Kukuh.

“Pandemi COVID-19 yang sedang merebak juga membuatnya harus menjemur kostum singa tersebut secara rutin. Selain itu, tak lupa ia menyemprotkan cairan disinfektan agar kostum senantiasa steril dari berbagai macam virus. Insya Allah kostum maskot terjaga kebersihannya. Kalau nanti dipakai sewaktu-waktu bisa disemprot disinfektan lagi agar steril,” Ujar Kukuh.

BACA JUGA: Boneka Maskot Sang Sura: Maskot Pemilu 2019

Resmi! Quaran Sebagai Maskot Karantina Jepang

maskot quaran maskot karantina jepang di atas van

Kementerian Kesehatan, Buruh & Kesejahteraan Jepang telah sah meresmikan Quaran sebagai maskot karantina Jepang guna mensosialisasikan self-isolated atau karantina mandiri kepada warganya dalam rangka mengontrol penyebaran COVID-19 di negaranya.

Maskot ini sangat mudah ditemui terutama di bandara tepatnya di pintu masuk & aula kedatangan. Hinga saat artikel ini ditulis, sudah banyak jadwal perjalanan yang dibatalkan. Hal ini untuk mendukung kebijakan social distancing guna mengontrol penyebaran COVID-19.

Maskot Karantina Jepang: Quaran

Yang paling terlihat dalam hal kaitannya sebagai maskot Quarantine (karantina) adalah bagian kepalanya yang seperti membentuk huruf ‘Q’. Dibuat seperti itu untuk mempromosikan Quarantine Information Office (Pusat Informasi Karantina) yang berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan, Buruh dan Kesejahteraan Jepang.

Maskot ini diciptakan untuk ada di berbagai belahan dunia manapun gunanya untuk mengingatkan dan mencegah barang-barang yang berbahaya & ilegal masuk ke dalam wilayah Jepang.

Tampak Depan & Belakang Maskot Quaran Jepang

Dan jika diperhatikan lagi, ada kaca mata pelindung yang ada maksudnya untuk menyampaikan pesan bahwa maskot ini care tentang pendeteksian penyakit menular, sensitif terhadap jenis-jenis makanan impor yang dilarang & pelanggaran-pelanggaran impor lain yang tidak lain adalah untuk menjaga penduduk Jepang dari barang-barang yang berbahaya. Sungguh, benar-benar ide yang visioner & cemerlang bukan!

Seperti yang banyak dilakukan oleh negara-negara lainnya di berbagai belahan dunia dalam melaksanakan lockdown, karantina mandiri, dan social distancing untuk memerangi pandemi COVID-19, dapat dilihat sudah banyak kota-kota di Jepang termasuk Tokyo mengurangi jam operasional tempat perbelanjaan hinggia menutup berbagai fasilitas & keramaian publik.

Warga pun dianjurkan untuk work from home disiplin menerapkan social distancing, selalu memakai masker di luar rumah dan menghindari jam-jam sibuk kereta yang penuh untuk mengurangi penyebaran virus.

BACA JUGA: Peran Maskot ZongChai Dalam Keberhasilan Taiwan Mengontrol COVID-19

Peran Maskot Zongchai Dalam Keberhasilan Taiwan Mengendalikan COVID-19

maskot taiwan zongchai

Keberhasilan Taiwan dalam mengendalikan pandemi COVID-19 disebut-sebut karena belajar dari masa lalu ketika wabah SARS merebak 2003 lalu. Sejumlah kebijakan diberlakukan yang, percaya tidak percaya, adalah diciptakannya maskot Zongchai sebagai juru bicara Kemenkes setempat agar dapat diperoleh kesan baik berkomunikasinya dengan warganya.

Kebijakan ini terbukti lebih diterima dengan baik oleh warga setempat dibanding dengan kebijakan yang diterapkan negara tetangganya, China, dengan mengangkat slogan-slogan yang menimbulkan kesan meresahkan. Tentunya, kebijakan terkait maskot ini mendapat perhatian positif dari netizen.

Peran Maskot Zongchai

Menkes Taiwan bersama Maskot Zongchai

Menteri luar negeri setempat juga benar-benar memanfaatkan maskot ini untuk mengumumkan pembatasan masuk ke dalam negerinya dengan cara mengangkat slogan “Virus OUT, Safety IN”. Dan, percaya tidak percaya, langkah ini berhasil karena diterima dengan baik persepsinya oleh masyarakat.

Maskot Zongchai ini banyak membantu pemerintah dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Seperti fenomena panic buying masyarakat terhadap masker yang kala itu jumlahnya di pasar masih terbilang sedikit karena belum adanya antisipasi pemerintah menaikkan produksi masker.

“Tinggalkan masker untuk orang-orang yang membutuhkannya, sering cuci tangan dengan sabun, kurangi menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan,” demikian isi salah satu pesan, seperti dilaporkan AFP, Senin (17/2/2020). Tagar nama tokoh kartun itu viral dan tulisannya sudah dibagikan ratusan ribu kali.

Peran Maskot Zongchai Dalam Keberhasilan Taiwan Mengendalikan COVID-19 2
meme Wuhan terhadap pandemi COVID-19; Shiba Inu.

Melihat itu, perusahaan Taiwan Rexy International Ltd digandeng oleh Kementerian Kesehatan setempat untuk membuat maskot yang akhirnya dinamakan Shiba Inu.

Maskot yang berupa anjing lucu ini muncul dengan akronim yang sangat-sangat menarik perhatian, yaitu WUHAN. Dan lagi-lagi hal ini diterima dengan baik oleh masyarakat sekitar alih-alih tenggelam dalam anxiety dari berita-berita media sosial.

BACA JUGA: Lucunya Boneka Maskot Asian Games 2018